Sungai dan Masyarakat Sekitarnya
10 Januari 2013 - posted by: Super Administrator - 0 Komentar

Sungai merupakan aliran air alami yang mengalirkan air dari daratan menuju samudera. Sungai terdiri dari beberapa bagian, yaitu hulu, hilir dan muara sungai. Hulu sungai bermula dari mata air yang mengalir ke anak sungai. Beberapa anak sungai akan bergabung menjadi sungai utama dan berakhir pada bagian hilir sebelum masuk ke muara. Bagian penghujung sungai yang bertemu dengan laut dikenal dengan muara sungai. Air dalam sungai umumnya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan, embun, mata air, limpasan bawah tanah dan di beberapa Negara tertentu air sungai juga berasal dari lelehan es/salju. Sebagai bagian siklus hidrologi, sungai menduduki bagian penting di alam ini. manfaat terbesar sungai adalah untuk memenuhi kebutuhan air bagi manusia, seperti irigasi pertanian, bahan baku air minum, dan sumber pangan hewani. Selain itu juga untuk menjaga keseimbangan air di alam, menjaga kelembaban daerah sekitarnya, dan tempat hidup flora dan fauna air tawar, beberapa jenis burung dan migrasinya beberapa jenis ikan. Tidak dapat disangkal, bahwa keberadaan sungai baik di perdesaan maupun perkotaan sangat vital bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.

Sungai bersifat terbuka, sehingga mudah mengalami dinamika. Sejak jaman dahulu, sungai menjadi tempat aktivitas manusia, seperti transportasi  dan perdagangan. Berkembangnya kota-kota juga dimulai muara sungai. Karena sifatnya yang dinamis tersebut, maka sungai mudah menerima masukan dari luar, seperti sedimen dan polutan. Bertambahnya penduduk setiap tahun yang tidak disertai dengan keseimbangan ekonomi menyebabkan terdesaknya wilayah sungai menjadi permukiman. Selain itu, industry-industri yang berkembang dewasa ini menempatkan sungai sebagai saluran pembuangan akhir limbahnya. Tak hanya kualitas airnya yang terganggu, bahkan tubuh sungai di daerah perkotaan mengalami penyempitan dengan dibangunnya tanggul sepanjang sungai. Akibatnya, pepohonan alami sungai tak lagi ada dan binatang-binatang yang mendiami pinggiran sungai pun ikut lenyap.

Masyarakat yang berada di sekitar sungai mempunyai hak hidup yang sama dengan lainnya dalam beraktivitas. Namun karena tempat kediamannya yang berada di wilayah sungai, maka dibatasi dengan aturan-aturan tertentu untuk tidak mengurangi atau mengubah fungsi dan kualitas sungai, baik  dari sisi airnya maupun badan sungai itu sendiri. Sekarang ini, tidak hanya rakyat jelata yang menempati pinggiran sungai, bahkan para pengusaha membuka usaha restoran, hotel, rumah sakit, industry, perumahan elit dan lain-lain di sekitar sungai, karena kebetulan sungai di perkotaan berada pada tempat strategis dalam perdagangan dan bisnis. Selain itu, pandangan yang keliru terhadap fungsi sungai yang dianggap sebagai halaman belakang menjadikan kebiasaan membuang kotoran di sungai. Aktivitas yang ditengarai menyebabkan terganngunya ekosistem sungai antara lain :
-       Membuang limbah rumah tangga tanpa pengolahan terlebih dahulu
-       Membuang sampah
-       Menghilangkan/mengambil  flora fauna sungai secara eksploitatif
-       Membuat bangunan yang mengganggu aliran sungai
-       Membuang limbah industry
-       Membuang limbah peternakan/perikanan
(blh-alfi)

Tinggalkan Komentar