Rakor Pengelolaan Sungai

Subbidang Pengendalian Pencemaran Air, Tanah dan B3 pada Badan Lingkungan Hidup DIY pada bulan Oktober 2012 lalu menyelenggarakan Rapat Koordinasi Status Mutu Air Sungai, Air tanah dan Air Laut. Rapat Koordinasi ini menghadirkan dua narasumber dari BLH DIY yaitu Drs. Y. Agus Setianto, M.Si dan Ir. Reni Anggraeni, M.Sc. dan dua narasumber dari UGM yaitu Dr. Tjahyo Nugraha Adji, M.Sc, tech yang menyampaikan tentang Pengelolaan Sungai berdasarkan pengukuran debit dan Prof. Dr. Endang Tri W., yang menyampaikan evaluasi metode dan hasil analisis kimia air.

Rapat Koordinasi dibuka oleh Bapak Kepala Badan Lingkungan Hidup DIY, Ir. Joko Wuryantoro, M.Si dan dihadiri oleh peserta dari instansi terkait seperti kantor lingkungan hidup kabupaten/kota, BAPPEDA, Dinas PUP-ESDM, Dinas Kelautan Perikanan dan Laboratorium penguji kualitas air. Dalam rapat ini disampaikan hasil pemantauan kualitas air sungai, air tanah/sumur dan air laut yang dilakukan BLH DIY pada tahun 2012.

Pemantauan kualitas air sungai di DIY dilaksanakan dalam tiga periode yaitu bulan Februari, Juni dan Oktober. Sungai-sungai yang telah dipantau kualitasnya yaitu Sungai Winongo, Code, Gajahwong, Kuning, Konteng, Bedog, Tambakbayan, Oyo dan Belik. Secara keseluruhan, hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa parameter BOD, Klorin bebas, Sulfida, Seng, Tembaga, Timbal, Bakteri koli tinja dan Bakteri total koli menunjukkan hasil melebihi baku mutu di semua sungai. Selanjutnya, untuk mengetahui status mutu air perlu dilakukan analisis data dengan metode STORET.

Pemantauan kualitas air sumur pada tahun 2012 ini dilakukan di 68 sumur warga yang tersebar di 5 Kabupaten/Kota. Sumur yang dipilih lokasinya berada di sekitar sumber pencemar misalnya kegiatan industri, pasar, terminal dan peternakan sapi. Baku mutu yang digunakan adalah Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990 Lampiran II : Baku Mutu Air Bersih. Parameter yang banyak ditemukan melebihi baku mutu adalah pH, Mangan, Bakteri coliform dan bakteri koli tinja.

Pemantauan kualitas air laut dilaksanakan di 6 pantai yang tersebar di Kabupaten Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul yaitu pantai Depok, Kuwaru, Trisik, Glagah, Baron dan Sundak. Baku mutu yang digunakan untuk membandingkan kualitas air laut adalah Peraturan Gubernur DIY Nomor 3 Tahun 2010 tentang Baku Mutu Air Laut, khususnya Baku Mutu Air Laut untuk Wisata Bahari. (blh-vero)