Pentingnya Penyadaran Lingkungan Hidup
14 Januari 2013 - posted by: Super Administrator - 0 Komentar

Kehidupan manusia sangat bergantung pada kondisi kualitas lingkungannya. Bilamana kualitas lingkungannya bersih dan sehat maka manusia dapat hidup nyaman dan produktif, namun sebaliknya bila kualitas lingkungannya buruk maka kehidupan manusianya pun juga tidak nyaman dan tidak produktif. Setiap orang pasti menginginkan bisa tinggal di lingkungan yang bersih dan sehat, dengan udara yang segar dan air yang bersih. Lalu, sudah cukup sadarkah manusia untuk menjaga kondisi kualitas lingkungannya agar dapat mendukung kehidupannya?

Setiap aktivitas manusia pasti akan berdampak terhadap lingkungan, bisa berdampak positif namun bisa juga berdampak negatif. Sebagai contoh kecil adalah aktivitas kita sendiri sehari-hari. Mengawali hari untuk bekerja mencari nafkah, mulai dari bangun tidur, mandi, makan, berangkat kerja menggunakan kendaraan bermotor hingga kembali kerumah kita telah banyak menghasilkan limbah, seperti limbah cair dari kamar mandi, sisa dan bungkus makanan serta emisi kendaraan yang bisa berakibat pada pencemaran air, tanah maupun udara. Dari kegiatan satu orang saja sudah bisa diketahui besarnya pencemaran yang dihasilkan. Bisa kita bayangkan, dari sekian banyak orang di suatu wilayah dengan berbagai macam aktivitas yang berbeda-beda tentunya tingkat pencemarannya akan semakin besar dan dampak negatifnya pun juga semakin luas dan kompleks. Bila limbah atau sumber pencemaran ini tidak dikelola dengan baik, tentunya akan menimbulkan pencemaran lingkungan yang berakibat pada turunnya kualitas lingkungan yang pada akhirnya akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan kita semua.

Menyadari hal tersebut, berarti aktivitas kita semua pasti menghasilkan limbah. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, kaya maupun miskin, kaum berpendidikan maupun tidak berpendidikan, semua profesi pekerjaan, semuanya turut andil terjadinya pencemaran lingkungan. Belum semua orang menyadari akan pentingnya menjaga dan melestarian fungsi lingkungan. Lalu, siapakah yang mesti harus menjaga lingkungan? Bagaimana cara kita untuk menggugah kesadaran setiap orang agar peduli terhadap lingkungannya? Tentu kita semua bertanggung jawab terhadap kualitas lingkungan kita. Tugas kita semua untuk selalu memberikan pendidikan, pemahaman, pengertian dan juga tindakan nyata dalam melestarikan fungsi lingkungan.

Mulai dari lingkungan terkecil kita yakni dalam keluarga, di kampung maupun di kantor/tempat kerja. Banyak cara yang bisa dilakukan, mulai dari obrolan di warung, tempat nongkrong warga, ataupun penyampaian informasi melalui forum-forum pertemuan yang sudah ada saat ini seperti pertemuan rutin warga, pengajian, arisan, posyandu, kegiatan lansia, pendidikan anak usia dini dan lainnya. Selain informasi lisan, juga bisa dilakukan ajakan melestarikan lingkungan melalui leaflet maupun pamflet yang ditempel di pos ronda, gedung pertemuan warga ataupun papan informasi yng terdapat di fasilitas umum.

Memberikan pemahaman dan kecintaan terhadap lingkungan hidup dengan tujuan menambah pengetahuan serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan lingkungan hidup bukanlah sesuatu yang mudah. Untuk mencapai hasil yang diharapkan, membutuhkan proses dan waktu yang tidak sebentar karena kesadaran tidak muncul secara spontan akibat dari informasi atau pengetahuan yang diterima. Kesadaran lebih menitikberatkan pada pemahaman informasi dan kebiasaan. Memberikan contoh tindakan nyata seperti memilah sampah sesuai jenisnya, menanam pohon dan membuat sumur resapan akan jauh lebih efektif mempengaruhi pola pikir seseorang daripada hanya sekedar bicara. Untuk itu, sangatlah penting memberikan pendidikan dan pemahaman tentang lingkungan ini sejak usia dini sehingga diharapkan kesadaran peduli lingkungan akan terbentuk dan terbangun di usia anak-anak.

Peringatan hari-hari lingkungan pun juga perlu lebih digalakkan. Ada banyak hari hari lingkungan yang perlu lebih dikenalkan kepada masyarakat, seperti hari pencanangan gerakan sejuta pohon (10 Januari), hari lahan basah (2 Februari), hari peduli sampah (21 Februari), hari air (22 Maret), hari bumi (22 April), hari keanekaragaman hayati (22 Mei), hari lingkungan hidup sedunia (5 Juni), hari ozon internasional (16 September), hari habitat sedunia (26 Oktober) dan hari cinta puspa dan satwa (5 November). Tentunya dalam memperingatinya pun tidak hanya acara ceremonial semata, namun perlu diwujudkan dengan tindakan nyata dan melibatkan semua pihak. Keterlibatan masyarakat bisa menjadi tolok ukur kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap lingkungannya. (ant-blh)

Tinggalkan Komentar