Konservasi Air Tanah dengan SPAH

Pendahuluan
Air merupakan karunia sekaligus amanah dari Allah SW
Air  merupakan kebutuhan pokok  untuk hidup dan kehidupan bagi makhluk hidup
Luasan area resapan  air (ruang terbuka , pekarangan ,  hutan , kebun, sawah dll) semakin berkuran
Meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan pendukungnya termasuk sarana prasarananya
Kecenderungan terjadinya banjir dimusim hujan dan kekeringan di musim kemarau
Pasal 1 angka 9 Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 2008 menjelaskan bahwa, konservasi air tanah dimaksudkan sebagai upaya memelihara keberadaan serta keberlanjutan keadaan, sifat dan fungsi air tanah agar senantiasa tersedia dalam kualitas dan kuantitas yang memadai untuk kebutuhan makluk hidup baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang.

Air Hujan dan SPAH
Siklus hidrologi menunjukkan bahwa air hujan yang jatuh ke bumi merupakan sumber air yang dapat digunakan untuk keperluan mahluk hidup. Secara alamiah air hujan yang jatuh ke bumi sebagian akan masuk ke dalam tanah dan sebagian lagi akan menjadi aliran permukaan, masuk ke sungai dan akhirnya masuk ke laut.
Apabila kondisi wilayah tangkapan air masih memadai, maka jumlah air hujan yang masuk ke dalam tanah akan mencukupi sebagai persediaan air tanah. Sebagaimana kita ketahui bahwa kondisi daerah tangkapan air khususnya di wilayah DIY semakin kritis, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk yang mengakibatkan makin berkurangnya lahan terbuka. Dengan demikian  persentase air hujan yang masuk ke dalam tanah semakin berkurang. Di lain pihak pemakaian air tanah semakin hari semakin meningkat. Dengan berkembangnya teknologi, maka eksplorasi air tanah untuk memenuhi kebutuhanmanusia juga semakin besar. Bahkan, akhir-akhir ini banyak budidaya pertanian yang tidak lagi menggunakan air permukaan (irigasi) melainkan menggunakan air tanah. Hal ini akan semakin meningkatkan jumlah air tanah yang dieksplorasi. Apabila hal ini dibiarkan secara terus menerus, akan mengakibatkan terjadinya defisit air tanah. Salah satu pertanda defisit air tanah adalah makin dalamnya muka air tanah. Hujan berkurang sedikit saja beberapa waktu maka air tanah cepat sekali turun. Disamping itu, defisit air tanah juga dapat menyebabkan intrusi air laut semakin dalam ke arah daratan.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka perlu upaya konservasi air tanah sebagai upaya untuk menjaga ketersediaan air tanah. Salah satu upaya tersebut adalah melalui pembangunan sumur-sumur peresapan air hujan (SPAH). Prinsip dasar konservasi air ini adalah mencegah atau meminimalkan air yang hilang sebagai aliran permukaan dan menyimpannya semaksimal mungkin ke dalam tanah.

Atas dasar prinsip ini maka curah hujan yang berlebihan pada musim hujan tidak dibiarkan mengalir percuma ke laut tetapi ditampung dalam suatu wadah yang memungkinkan air kembali meresap ke dalam tanah ( groundwater recharge). Dengan muka air tanah yang tetap terjaga atau bahkan menjadi lebih dangkal, air tanah tersebut dapat dimanfaatkan pada saat terjadi kekurangan air di musim kemarau dengan jalan memompanya kembali ditempat yang lain ke permukaan.

Tujuan dan Manfaat SPAH

Tujuan

  1. Pelestarian sumber daya air tanah, perbaikan kualitas lingkungan dan membudayakan kesadaran lingkungan.
  2. Membantu menanggulangi kekurangan air bersih.
  3. Menjaga kesetimbangan air di dalam tanah dalam sistem akuifer pantai.
  4. Mengurangi limpasan permukaan (runoff) dan erosi tanah.

Manfaat

  1. menambah jumlah air yang masuk ke dalam tanah.
  2. menjaga kesetimbangan hidrologi air tanah sehingga dapat mencegah intrusi air laut.
  3. Mereduksi dimensi jaringan drainase dapat sampai nol jika diperlukan.
  4. Menurunkan konsentrasi pencemaran air tanah.
  5. Mempertahankan tinggi muka air tanah.
  6. Mencegah banjir.
  7. Mencegah terjadinya penurunan tanah.
  8. Melestarikan teknologi tradisionil.

Diperlukan kesadaran bersama semua stakeholders, dalam rangka mendukung upaya konservasi air tanah melalui SPAH. Masyarakat baik secara individual maupun komunal, diharapkan mulai sadar untuk membuat SPAH secara swadaya. Pemerintah diharapkan dapat membuat dan menerapkan regulasi yang mengintegrasikan SPAH dalam mekanisme perijinan. Pihak swasta terutama yang memanfatkan air tanah dengan volume yang besar, diharapkan dapat berpartisipasi dalam upaya konservasi air tanah melalui CSR-nya. Dengan partisipasi berbagai pihak diharapkan, ketersediaan air tanah sebagaimana diamanatkan dalam PP tersebut di atas dapat terwujud. Kalau bukan kita siapa lagi. Kalau tidak sekarang, kapan lagi kita dapat melaksanakan konservasi air tanah. Jangan tunggu sampai kita harus membayar mahal untuk memperoleh air.