Jaminan Mutu dan Pengendalian Mutu Hasil Uji Laboratorium

Data kualitas lingkungan yang dihasilkan dari laboratorium, dapat dijadikan sebagai indikasi adanya pencemaran lingkungan sekaligus sebagai alat bukti dalam penegakan hukum lingkungan maupun dalam membuat perencanaan dan kebijakan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Oleh karena itu, untuk mendapatkan validitas data pengujian parameter kualitas lingkungan yang dapat dipercaya dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan, maka salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh laboratorium adalah merencanakan serta menerapkan jaminan mutu hasil pengujian.
Jaminan mutu merupakan bagian dari manajemen mutu yang difokuskan pada pemberian keyakinan bahwa persyaratan mutu akan dipenuhi. Secara teknis jaminan mutu pengujian dapat diartikan sebagai keseluruhan kegiatan yang sistematik dan terencana yang diterapkan dalam pengujian, sehingga memberikan keyakinan yang memadai bahwa data yang dihasilkan memenuhi persyaratan mutu sehingga dapat diterima oleh pengguna. Pengendalian mutu adalah suatu tahapan dalam prosedur yang dilakukan untuk mengevaluasi suatu aspek teknis pengujian.
Pengujian Parameter LH di laboratorium
Tujuan jaminan mutu dan pengendalian mutu pengujian adalah untuk memastikan bahwa tahapan proses pengujian dapat berjalan secara efektif dan efisien dengan cara mengendalikan kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi. Kesalahan kesalahan yang harus dihindari dalam pengujian antara lain pengoperasian peralatan yang tidak sesuai instruksi, penerapan metode pengujian termasuk preparasi yang kurang tepat, kondisi akomodasi dan lingkungan pengujian yang kurang memadai dll.
Untuk mengidentifikasi dan mencari akar permasalahan yang terjadi, analis laboratorium harus merekam data hasil pengujian, sehingga semua kecenderungan dapat dideteksi. Penyelia laboratorium melakukan pengawasan penerapan pengendalian mutu yang dilakukan oleh analis laboratorium dengan cara memverifikasi data hasil pengendalian mutu sebelum diubah ke dalam format laporan pengujian. Verifikasi data pengendalian mutu dapat dilakukan dengan cara :
• melakukan penghitungan alternatif;
• pembandingan dengan hasil sebelumnya yang serupa;
• melakukan pengujian ulang;
• meninjau dokumen, rekaman dan/atau prosedur terkait.
Beberapa hal yang merupakan komponen dari jaminan mutu hasil uji adalah sebagai berikut :

1.Penggunaan Bahan Acuan Standar untuk Menguji Akurasi Hasil Pengujian.
Bahan acuan merupakan bahan atau zat yang telah diuji sifat dan konsentrasinya melalui suatu proses yang dilakukan secara akurat. Bahan Acuan Bersertifikat (CRM) merupakan bahan acuan yang sifat dan konsentrasinya telah diuji dan diberi sertifikat dengan prosedur teknis yang telah baku dan dapat tertelusur ke dalam Satuan Internasional (SI) atau dokumen yang diterbitkan oleh badan tersertifikasi.
Kegunaan bahan acuan adalah untuk pengujian akurasi. Pengujian akurasi dilakukan untuk mengukur kemampuan suatu metode analisa dalam memperoleh nilai yang sebenarnya (ketepatan pengukuran). Akurasi dinyatakan sebagai prosentase (%) perolehan kembali (recovery).
Hasil pengujian
Recovery = _________________ x 100 %
Nilai sebenarnya
Pengujian akurasi digunakan untuk uji kompetensi laboratorium, uji kompetensi suatu metode pengujian, uji kompetensi seorang analis, uji kehandalan alat instrumen laboratorium dan untuk verifikasi kurva kalibrasi pengujian.

2.Pengujian Ulang untuk Menguji Presisi Hasil Pengujian.
Pengujian ulang dari suatu pengujian dilakukan untuk mengukur kemampuan suatu metode pengujian untuk menunjukkan kedekatan atau presisi dari suatu seri pengukuran yang diperoleh dari contoh uji yang homogen. Nilai presisi untuk dua kali pengulangan dinyatakan dalam RPD ( Relative Percent Difference)
X1 – X2
RPD = ------------ x 100 %
Xrata-rata
Pengujian lebih dari 2 kali (minimal 5 kali) dinyatakan dalam RSD ( Relative Standard Deviation)
Sd
RSD =------------ x 100 %
Xrata-rata

3.Pengujian Blanko.
Blanko merupakan air destilasi bebas analit yang digunakan untuk kontrol kontaminasi mulai dari saat pengambilan contoh di lapangan, preparasi di laboratorium sampai pada saat pengukuran. Air destilasi yang digunakan harus memiliki nilai konduktifitas (DHL) kurang dari 2 µS/Cm. Blanko terdiri dari blanko sampling (blanko wadah, blanko alat, blanko lapangan, blanko perjalanan) dan blanko laboratorium.
Konsentrasi analit di dalam larutan blanko harusnya lebih kecil dari batas deteksi metode (MDL). Seandainya analit di dalam larutan blanko lebih besar dari MDL maka kemungkinan-kemungkinan yang menjadi sumber kontaminasi harus ditemukan dan ditindaklanjuti.

4.Kartu Kendali.
Kartu kendali (control chart) merupakan suatu metode statistik untuk memantau performance alat, metode dan analis selama pengujian secara berkelanjutan.

5.Keikutsertaan dalam Kegiatan Uji Banding / Uji Profisiensi.
Uji banding antar laboratorium merupakan pengelolaan, unjuk kerja dan evaluasi pengujian atas bahan yang sama atau serupa oleh dua atau lebih laboratorium yang berbeda sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan terlebih dahulu. Uji Profisiensi merupakan salah satu cara untuk mengetahui unjuk kerja laboratorium pengujian dengan cara uji banding antar laboratorium.
Secara umum uji banding antar laboratorium atau uji profisiensi dilakukan oleh laboratorium minimal sekali dalam setahun untuk semua parameter sesuai ruang lingkup pengujian, bila memungkinkan. Apabila hasil uji banding kurang memuaskan, maka laboratorium melakukan investigasi untuk mengevaluasi seluruh sumber daya termasuk penerapan sistem manajemen mutu laboratorium. (blh-tari)